Film “JIWA” Karya Komunitas Nine Star SMKN 9 Medan Diputar di Bioskop

Fakultas Seni dan Desain Universitas Potensi Utama (UPU) bekerja sama dengan Lensa Utama Film (Production House) mengadakan Jambore Nasional dan Festival Film, untuk pelajar, mahasiswa dan komunitas pada 10 – 12 Februari 2017 di Sibolangit, Deli Serdang. Ajang perfilman ini juga khusus mendatangkan praktisi perfilman sekaligus aktor kawakan yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar.

Jambore yang mengusung tema “Kebangsaan dan Kebhinekaan” tersebut dimaksudkan untuk menyatukan persepsi mengenai Kebangsaan dan Kebhinekaan di Indonesia serta memberikan peneguhan dan menanamkan komitmen menjaga dan menjalankan ideologi Pancasila sejak dini. Karena Jambore tersebut berfokus kepada para pelajar, mahasiswa dan komunitas.

Dalam ajang ini, Komunitas Film Nine Star dari SMK Negeri 9 Medan berhasil lolos ke babak sepuluh besar (semi final) setelah sebelumnya dilakukan penilaian oleh Tim Juri. Dari 33 tim yang berlomba, berhasil lolos mengikuti tahap pertama ada 17 kelompok komunitas yang bertanding di Sibolangit. Yang 17 ini diperlombakan lagi dengan membuat film baru dan diputar tanggal 5 Maret lalu di bioskop Medan Focal Point, Jalan Ring Road,ujar Pembimbing Komunitas Nine Star SMKN 9 Medan, Adi Putra SKom.

Adi menambahkan, rangkaian kedua karya film yang dibuat Nine Star yang diputar 5 Maret 2017 lalu, berhasil lolos ke 10 besar. Film yang diciptakan Nine Star juga akan diputar pada 6 Maret-7 April 2017 di Focal Point untuk mendapatkan 3 besar,-ujar Adi lagi.

Film kedua dalam Jambore ini kami beri judul “JIWA” dimana kehidupan masyarakat Suku Mentawai yang sangat unik. Dalam kehidupan Suku Mentawai, selain tarian yang khas setiap anak yang memasuki usia 17 tahun harus ditato tubuhnya, dan giginya diasah menjadi runcing sebagai tanda mereka sudah dewasa, ujar Produser Film JIWA, karya Komunitas Nine Star SMKN 9, Sri Wahyuni SPd.

Dikatakan Wahyuni yang juga sebagai Pembimbing Internal, komunitas film Nine Star yang dibentuk SMKN 9 sudah sejak tiga tahun lalu menghasilkan berbagai judul film pendek.Kita sudah menciptakan 8 film sejak tiga tahun ini. Nine Star juga baru-baru ini meraih Juara I Festival Film Anak (FFA) dalam lomba film fiksi yang diselenggarakan Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut di Hotel Asean,tuturnya.

Wahyuni berharap, kekurangan peralatan untuk pembuatan film bagi Komunitas Nine Star SMKN 9 bisa memperoleh dukungan lebih dari berbagai pihak. Peralatan pembuatan film yang kita miliki memang masih kurang dan perlu dukungan yang lebih. Semua ini untuk bisa menghasilkan karya film yang lebih baik lagi,ungkap Wahyuni.

Kepala SMKN 9 Medan, H.Sakti Siregar S,Pd,MPd memberikan apresiasi atas prestasi kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki sekolah yang dipimpinnya. Dua grup yang dimiliki SMKN 9 berhasil lolos ke 10 besar. Salah satunya yaitu film yang dibuat oleh komunitas di SMKN 9. Kita harus bangga dengan prestasi ini,katanya.
Sakti menjelaskan, film tentang Suku Mentawai ini mengandung unsur kebangsaan dan kebhinekaan.

Memang Lensa Utama Film menekankan bahwa film yang diperlombakan harus bertema kebangsaan. Bagaimana kita bisa mencintai bangsa ini dan pentingnya persatuan dan kesatuan, imbuhnya.
Selain itu, kami juga turut bersyukur, bahwa SMKN 9 berhasil meraih Juara IV dalam Olimpiade Peksos Nasional di Bandung pada 3-4 Maret lalu. Untuk seluruh Indonesia, kita juara empat, diadakan di Kampus STKS Bandung. Ini membuktikan Jurusan Pekerja Sosial (Peksos) yang saat ini ada di SMKN 9 memiliki nilai lebih sebagaimana jurusan lainnya, tutup Sakti

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *